MotoGP Lebih Seru Daripada F1! Masak Sih? Berikut Beberapa Faktanya

MotoGP dan F1 sudah selesai di Bulan november tahun 2017 ini. MotoGP selesai setelah seri terakhir GP Valencia yang menjadi saksi seorang Marc Marquez menjadi juara dunia keempat kalinya di kelas MotoGP. Begitu juga dengan F1 yang selesai setelah GP Abu Dhabi yang menandai berakhirnya seri F1 2017.

Memang, kedua ajang itu merupakan ajang balap yang bisa dibilang nomor satu di dunia. Karena ajang itu paling bergengsi dan paling banyak juga disiarkan di seluruh dunia.

Bagaimana di Indonesia? Di Indonesia sendiri, MotoGP lebih dikenal dengan masyarakat daripada F1. Bisa dilihat dari penayangannya, MotoGP setiap tahunnya ditayangkan sedangkan F1 terakhir ditayangkan sekitar tahun 2010 kalo tidak salah. Dan 2016 ditayangkan kembali, itupun karena ada Rio Haryanto sebagai pembalap Indonesia pertama yang ikut di ajang balap F1. Setelah Rio digantikan Esteban Ocon, F1 tidak lagi ditayangkan, paling hanya di TV berlangganan.



Berikut adalah Fakta seputar kedua ajang tersebut setelah musim 2017 selesai beserta beberapa fakta lainnya :

1. Musim 2017 ini, lebih asyik yang mana?

Bicara soal asyik tidaknya sebenarnya tergantung dari tipe penggemarnya, ada yang suka MotoGP dan ada yang suka F1, kalo saya sendiri suka keduanya, yang penting otomotif... Wkwkwkwk....

Kembali ke topik yaitu lebih asyik mana diantara kedua ajang ini? Jika dilihat rata-rata orang lebih menyukai MotoGP daripada F1, dan memang cukup terlihat bedanya saat tiap seri dihelat, penonton di masing2 ajang relatif sama banyaknya, namun entah bagi yang nonton dirumah atau dimana pun.

2. Bagaimana Kemenangan yang Terjadi Selama Musim 2017?


Dari MotoGP sendiri, ada 5 pembalap yang berhasil menjadi juara di beberapa seri di MotoGP 2017 ini. Siapa saja? Berikut nama pembalapnya :
-Maverick Vinales - Movistar Yamaha
-Marc Marquez - Repsol Honda
-Andrea Dovizioso - Ducati Team
-Valentino Rossi - Movistar Yamaha
-Dani Pedrosa - Repsol Honda


Sedangkan dari F1 sendiri, juga ada 5 pembalap yang berhasil menjadi juara di beberapa seri di F1 2017 ini yaitu :
-Sebastian Vettel - Scuderia Ferrari
-Lewis Hamilton - Mercedes AMG Petronas Team
-Valtteri Bottas - Mercedes AMG Petronas Team
-Daniel Ricciardo - Red Bull Racing TAG Heuer
-Max Verstappen - Red Bull Racing TAG Heuer

3. Siapakah Pembalap Termuda dan Tertua Di MotoGP dan F1?


Di ajang MotoGP, rider termuda yang terhitung di tahun 2017 adalah Alex Rins. Pembalap Suzuki Ecstar yang terhitung di tahun 2017 berusia 20 tahun ini adalah rekan setim Andrea Iannone. Rins adalah rider yang termuda diantara rider yang lain.


Sedangkan rider tertua di ajang MotoGP tidak lain adalah Valentino Rossi. Pembalap Movistar Yamaha yang akrab disapa The Doctor tersebut kini berusia 38 tahun. Namun kemampuan membalapnya tidak bisa dibilang jelek, karena ia kerap meraih podium selama musim 2017 dan sekali meraih podium pertama.


Di F1, driver termuda di musim 2017 adalah pembalap asal Kanada, Lance Stroll, terhitung si tahun 2017 ia berumur 18 tahun dan membela tim Williams Martini Mercedes bersama Felipe Massa yang pensiun di akhir tahun 2017.


Sedangkan driver tertua di musim 2017 adalah Kimi Raikkonen. Pembalap Scuderia Ferrari dari negara Finlandia tersebut berumur 38 tahun yang merupakan pembalap paling senior diantara beberapa pembalap baru di musim 2017.

4. Penghelatan MotoGP Era 2010 Keatas

Pada penghelatannya di dekade kedua atau diatas tahun 2010, MotoGP memiliki 2 konstruktor terbaik yang menjadi juara dunia, yaitu :

2011 : Repsol Honda
2012 : Yamaha Factory Racing
2013 : Repsol Honda
2014 : Repsol Honda
2015 : Movistar Yamaha
2016 : Repsol Honda
2017 : Repsol Honda

5. Penghelatan F1 Era 2010 Keatas

Di ajang F1 sendiri ada 2 konstruktor terbaik juga yang menjadi juara dunia, yaitu :
2011 : Red Bull-Renault
2012 : Red Bull-Renault
2013 : Red Bull-Renault
2014 : Mercedes AMG Petronas Team
2015 : Mercedes AMG Petronas Team
2016 : Mercedes AMG Petronas Team
2017 : Mercedes AMG Petronas Team

Melihat poin nomor 4 dan 5 diatas, bisa kita lihat bagaimana persaingan 2 konstruktor terbaik di masing-masing ajang. MotoGP lebih terasa mengasyikkan karena juara konstruktor saling bergantian, sedangkan F1 lebih terkesan agak monoton. Bahkan di era mesin Hybrid atau mulai musim 2014 sekalipun, Mercedes terlalu mendominasi setiap seri.

6. Penghelatannya di Indonesia


Untuk MotoGP, Indonesia sudah pernah menjadi tuan rumah yaitu dengan menggunakan Sirkuit Sentul, Bogor. Sedangkan F1 setahu saya belum pernah dihelat di Indonesia, penggemar F1 di Indonesia tidak sebanyak penggemar MotoGP. Itu mungkin karena dipengaruhi juga dengan transportasi orang Indonesia yang kebanyakan memakai sepeda motor.


Selain itu, partisipan MotoGP pun didominasi merek-merek motor Jepang seperti Honda, Yamaha, Suzuki, yang memang populer di Indonesia. Sedangkan F1 didominasi merek Eropa seperti Ferrari, Mercedes, Renault, dan satu satunya merek Jepang adalah Honda, dalam catatan ini terhitung tahun 2017, karena dulu Toyota juga pernah ikut F1.

7. Biaya Pembuatan tim MotoGP vs F1

Faktor lain yang mempengaruhi ketertarikan membuat tim adalah biayanya. Karena MotoGP dan F1 merupakan ajang besar, maka biaya yang dibutuhkan juga besar. Kita ambil contoh tim MotoGP sebesar Yamaha, apabila motornya hancur maka biayanya besarnya mencapai belasan milyar tergantung kerusakannya.


Sedangkan di F1, tim besar seperti Red Bull bisa menghabiskan biaya hingga 3,5 Trilyun per tahun, dan biaya membuat mobilnya sendiri mencapai lebih dari  ratusan Milyar bahkan triliyunan rupiah. Bayangkan saja saat latihan maupun balapan, mobil satu dengan yang lain bersenggolan bahkan sampai hancur, pihak tim bakal rugi banyak, apalagi satu tim dengan 2 mobilnya yang hancur, semakin banyak lagi kan?.

8. Saat Balapan Berlangsung

Saat balapan berlangsung, durasi balapan MotoGP sekitar 45 Menit atau 20-30 lap sedangkan F1 mencapai 1 setengah jam atau 44-78 lap tergantung lokasi balapannya. Selain balapan, hal yang terjadi saat balapan adalah pitstop. Untuk MotoGP pitstopnya hanya sekedar melempar motor dan lompat ke motor yang satunya. Sedangkan untuk F1 pitstopnya dengan mengganti ban, sayap depan, dan beberapa material lain apabila ada yang rusak, namun biasanya hanya ganti ban saja.


Apabila ada Crash, MotoGP lebih mudah mengevakuasi motor dan pembalapnya, karena biasanya motor langsung didorong ke pinggir lintasan dan pembalap dibonceng oleh Tim Marshall.Karena kebanyakan pembalap langsung melepaskan motornya setelah jatuh dari motornya. Untungnya sekarang pakaian pembalap sudah dibelaki Airbag yang berguna agar pembalap tidak terluka.


Sedangkan F1 apabila terjadi Crash akan lebih lama mengevakuasi pembalap maupun mobilnya. Karena pembalap harus melepas sabuk keselamatan, setir, serta Headrest nya terlebih dahulu. Dan keluar dari mobil F1 tidak semudah keluar dari mobil biasa, karena kaki berada di dalam bodi panjangnya dan didalamnya terbilang sempit. Kemudian saat mengevakuasi mobilnya, harus menggunakan derek untuk mengambil bangkai mobilnya.


9. Pembalap Yang Memenagkan Juara Tiap Seri



Saya lebih memilih data balapan tahun 2016 karena lebih mengasyikkan. Saya ambil contoh musim 2016 yang lalu, pembalap MotoGP yang menjadi juara di setiap seri lebih banyak daripada F1. Karena MotoGP tahun 2016 menghasilkan 9 juara yaitu :
-Marc Marquez (Repsol Honda Team)
-Dani Pedrosa (Repsol Honda Team)
-Valentino Rossi (Movistar Yamaha)
-Jorge Lorenzo (Movistar Yamaha)
-Maverick Vinales (Team Suzuki Ecstar)
-Cal Crutchlow (LCR Honda)
-Jack Miller (Estrella Galicia Marc VDS)
-Andrea Ianone (Ducati Team)
-Andrea Dovizioso (Ducati Team)


Sedangkan F1 cuma 4 juara yaitu :
-Lewis Hamilton (Mercedes AMG Petronas)
-Nico Rosberg (Mercedes AMG Petronas)
-Daniel Ricciardo (Red Bull Racing TAG Heuer)
-Max Verstappen (Red Bull Racing TAG Heuer)

Yang lebih mencengangkan lagi, dominasi Mercedes terasa terlalu kuat untuk dihadapi oleh tim lain. Mengapa? Karena dari 21 seri balapan sepanjang 2016, 19 diantaranya dimenangkan oleh Mercedes, 2 seri sisanya dimenangkan oleh tim Red Bull Racing TAG Heuer, satu dimenangkan oleh Max Verstappen di GP Catalunya dan satu lagi dimenangkan oleh Daniel Ricciardo di GP Malaysia.


Itupun karena pada saat GP Catalunya, kedua pembalap Mercedes yaitu Lewis Hamilton dan Nico Rosberg bersenggolan hingga keluar trek.


Sedangkan di GP Malaysia, mobil Lewis Hamilton mengalami masalah mesin hingga gagal finish. Coba bayangkan jika pada saat GP Catalunya dan GP Malaysia tim Mercedes tidak mengalami masalah apapun, kemungkinan besar bisa dipastikan bakal menang lagi.

10. Antara Tim Besar dan Tim Kecil

Baik MotoGP maupun F1, ada tim besar atau tim pabrikan dan tim kecil atau tim satelit. Balapannya sih sama, namun berbeda dari beberapa sisi seperti kepemilikan tim dan penggunaan mesin yang modelnya sama tapi tahunnya berbeda. Dulu di MotoGP ada yang namanya tim Open Class namun sekarang entah istilah tersebut masih dipakai atau tidak, setahu saya hanya tim pabrikan dan tim satelit saja.


Contohnya di MotoGP, tim repsol Honda adalah tim pabrikan utama sedangkan LCR dan Estrella Galicia adalah tim satelit yang memakai merek mesin sama namun dengan tim yang berbeda. Sedangkan F1 demikian, Scuderia ferrari merupakan tim besar dengan mesin Ferrari, sedangkan Scuderia Toro Rosso, Haas, dan Sauber merupakan tim yang berbeda namun mesinnya sama-sama memakai mesin Ferrari.

11. Overlap yang Bisa Mencapai Beberapa Lap

Aksi Overlap yaitu seorang atau beberapa pembalap yang posisinya berada di paling depan bisa saja mendahului pembalap paling belakang untuk kedua kalinya. Di MotoGP saat ini cukup jarang ada aksi Overlap karena sekarang ini persaingannya makin ketat dari tim terbaik sampai tim kecil, mungkin karena beberapa kebijakan yang dikeluarkan oleh penyelenggara balap ini.

Berbeda dengan F1, kita sering lihat tim seperti Mercedes, Ferrari, dan Red Bull yang merupakan tim unggulan di balap F1 ini melakukan aksi overlap kepada mobil dari tim lain seperti Sauber, Toro Rosso, bahkan McLaren-Honda pun di Overlap oleh ketiga tim unggulan tadi. Mengapa? Alasan utama adalah mesin yang memilik performa yang sangat baik hingga memungkinkan untuk menyalip pembalap paling belakang hingga beberapa lap.

Untuk performa mesin sendiri, berdasarkan pengalaman saya melihat beberapa perubahan regulasi di kedua balapan tersebut, MotoGP yang tim satelitnya saja hampir setara dengan tim pabrikannya, bahkan di beberapa balapan tim satelit sanggup mendahului tim pabrikan sekalipun.

12. Pemegang Podium


Saya melihat beberapa tim yang bukan tim unggulan jarang menjadi pemegang podium bahkan juara satu. Contoh saat balapan di Azerbaijan GP tahun 2017 ini, podium satu dan dua diisi oleh Daniel Ricciardo dari tim Red Bull, dan kedua ada Valtteri Bottas dari Mercedes AMG, barulah di podium ketiga diisi oleh Lance Stroll dari tim Williams Martini.

Berbeda dengan MotoGP, misalnya saat di Sirkuit Assen tahun 2016 lalu, Jack Miller menjadi yang terdepan pada balapan di Belanda tersebut. Padahal dia berasal dari tim satelit yaitu Estrella Galicia. Bukan hanya dia, Scott Redding dari Octo Pramac Yakhnich Ducati menjadi yang tercepat ketiga. Mungkin itu sudah membuktikan bahwa MotoGP semakin kompetitif dalam balapannya meskipun pembalap seperti Marquez, Vinales, Dovizioso, dan Rossi adalah pembalap unggulan, tetap saja pembalap lain bisa lebih cepat dari mereka.


Sekian dulu artikel dari saya, saya tidak bermaksud copas tulisan orang ataupun jiplak, ini murni dari pengetahuan saya sendiri.
sekian dan Terimakasih

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berapa Biaya Perawatan Yamaha MX King 150 Selama 2 Tahun? Ini Detailnya

Bagaimana rasanya Yamaha MX King 150 setelah hampir 2 Tahun Pemakaian?

Suka Duka Pakai iPhone (Pengalaman Pribadi)